A Systematic Mapping Review of Software Quality Measurement : Research Trends, Model, and Method

Abstrak

Kualitas perangkat lunak merupakan kunci sukses dalam bisnis teknologi informasi. Oleh karena itu, sebelum dipasarkan, perlu dilakukan pengukuran kualitas perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Beberapa metode pengukuran kualitas perangkat lunak telah diteliti dalam perspektif yang berbeda, kami menyajikan metode perangkat lunak tersebut dalam perspektif pengguna dan pakar. Penelitian ini bertujuan memetakan metode pengukuran kualitas perangkat lunak dalam berbagai model kualitas. Menggunakan metode Systematic Mapping Study, kami melakukan pencarian dan penyaringan makalah menggunakan inclusion dan exclusion kriteria, dan didapatkan 42 paper yang relevan. Hasil pemetaan menunjukkan meskipun model ISO SQuaRE telah banyak digunakan dalam 5 tahun terakhir, dan mengalami dinamika naik dan turun, namun penelitian di Indonesia masih memakai ISO 9126 sampai akhir tahun 2016. Metode pengukuran kualitas perangkat lunak yang paling banyak digunakan adalah metode empiris, dan beberapa peneliti telah melakukan pendekatan AHP dan fuzzy dalam perhitungan kualitas perangkat lunak.

Background

Kualitas produk perangkat lunak merupakan faktor penting dalam bisnis[1]. Kualitas produk perangkat lunak ditentukan oleh seberapa banyak produk memenuhi kebutuhan pengguna, seberapa banyak produk melakukan kinerjanya, dan seberapa banyak jumlah cacat dalam perangkat lunak tersebut[2]. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan kualitas sebelum produk perangkat lunak dipasarkan, sebab perbaikan setelah pengiriman dinilai sangat mahal dan mempengaruhi kredibilitas perusahaan[3]. Kualitas produk perangkat lunak telah diteliti oleh beberapa peneliti dalam perspektif yang berbeda, seperti Model Boehm[4], Model Dromey[5], Model McCall[6], ISO/IEC 9126[7] dan ISO/IEC SQuaRE[8]. Berdasarkan model yang telah ditentukan, kualitas produk perangkat lunak diukur dalam hal kemampuan untuk memenuhi tujuan pengembang dan kebutuhan para pengguna[9]. Berdasarkan hal tersebut, faktor manusia sebagai pengguna perlu dilibatkan  dalam metode pengukuran perangkat lunak. Mengadopsi dari istilah Usability Evaluation Method, maka pengukuran perangkat lunak dibagi menjadi dua, yaitu analytical method (pengukuran oleh para pakar) dan empirical method (pengukuran oleh pengguna)[10]–[12]. Pakar tersebut meliputi akademisi dan praktisi di bidang software engineering, content expert dan technical expert. Sedangkan pengguna yang dimaksud adalah end user, termasuk manager, karyawan, dosen, mahasiswa atau pelangan yang menggunakan perangkat lunak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tren model dan metode pengukuran perangkat lunak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Trend model dan metode tersebut digunakan sebagai acuan perbaikan dalam penelitian berikutnya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Mapping Study berdasarkan pertanyaan penelitian. Metode ini menyediakan gambaran mengenai research area, mengidentifikasi jumlah penelitian, tipe penelitian dan hasil yang tersedia[13]. Makalah ini diorganisasikan sebagai berikut. Bab 2 membahas tentang model dan metode pengukuran kualitas perangkat lunak. Bab 3 menyajikan metode dari Systematic Mapping Study. Bab 4 menjelaskan tentang hasil dari Systematic Mapping Study dan bab 5 menyajikan kesimpulan dan menyarankan beberapa area untuk penyelidikan lebih lanjut.

Jika anda menginginkan artikel tersebut lebih lengkap, anda dapat mendownloadnya di sini. Artikel ini merupakan artikel pertama saya yang diindeks oleh scopus, melalui International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE). Mudah mudahan bermanfaat.

REFERENCES

[1]        K. El-rayyes and I. M. Abu-zaid, “New Model to Achieve Software Quality Assurance ( SQA ) in Web Application,” vol. 2, no. 7, pp. 423–426, 2012.

[2]         Y. Sowunmi, “An Empirical Evaluation of Software Quality Assurance Practices and Challenges in a Developing Country,” pp. 867–871, 2015.

[3]         K. A. Shah, “How To Improve Software Quality Assurance in Developing Countries,” vol. 3, no. 2, pp. 17–28, 2012.

[4]         B. W. Boehm, “Software Engineering,” vol. C, no. 12, pp. 1226–1241, 1976.

[5]         R. G. Dromey, “A Model for Software Product Quality,” vol. 21, no. 2, 1995.

[6]         V. Lakshmi Narasimhan and B. Hendradjaya, “Some theoretical considerations for a suite of metrics for the integration of software components,” Inf. Sci. (Ny)., vol. 177, no. 3, pp. 844–864, Feb. 2006.

[7]         International Organization for Standardization, “Information technology — Software product quality,” ISO/IEC Fdis 9126-1, vol. 2000. pp. 1–26, 2000.

[8]         International Organization for Standardization, “Systems and software engineering — Systems and software Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE) — System and software quality models,” ISO, vol. 2011. p. 34, 2011.

[9]         J. S. Challa, A. Paul, Y. Dada, and V. Nerella, “Integrated Software Quality Evaluation : A Fuzzy Multi-Criteria Approach,” vol. 7, no. 3, pp. 473–518, 2011.

[10]       Z. Bai and A. F. Blackwell, “Analytic review of usability evaluation in ISMAR,” Interact. Comput., vol. 24, no. 6, pp. 450–460, 2012.

[11]       S. S. Aparna and K. K. Baseer, “A Systematic Review on Measuring and Evaluating Web Usability in Model Driven Web Development,” Ncetse, pp. 171–180, 2014.

[12]       M. C. S. Torrente, A. B. M. Prieto, D. A. Gutiérrez, and M. E. A. De Sagastegui, “Sirius: A heuristic-based framework for measuring web usability adapted to the type of website,” J. Syst. Softw., vol. 86, no. 3, pp. 649–663, 2013.

[13]       K. Petersen, R. Feldt, S. Mujtaba, and M. Mattsson, “Systematic Mapping Studies in Software Engineering,” 12Th Int. Conf. Eval. Assess. Softw. Eng., vol. 17, p. 10, 2008.

1 comment

Leave a Reply