piala

anak-bermental-juara

Rekayasa kemenangan IMA 2015

Ribut-ribut masalah kemenangan Angel Pieters berdasarkan poling sms di Indonesia Music Award 2015 (IMA 2015) sebagai pemenang soundtrack film belum juga usai. Banyak pihak menyayangkan hal ini, karena disinyalir, kemenangan ini merupakan hasil rekayasa.

Pongki mengatakan, sejak awal pengumuman hanya ada lima lagu yang menjadi nomine, antara lain “Tinggikan” (Glenn Fredly), “Di Balik Pintu Istana” (Saint Loco), “Fly My Eagle” (Anggun C Sasmi), “Immortal Love Song” (Mahadewa), dan “Seluas Itu” miliknya.

Akhirnya tiba pembacaan, pemenangnya Angel Pieters (vokalis yang menyanyikan “”Indonesia Negeri Kita Bersama) untuk film Di Balik 98,” tulis Pongki. Karena mengandung kejanggalan, sejak itu, Pongki berulang kali mencari kebenaran hingga kecurigaanya terungkap. Nama vokalis Angel Pieters yang mewakili lagu “Indonesia Negeri Kita Bersama” tak pernah ada dalam nominasi yang diumumkan pada 5 Mei 2015.

Lalu bagaimana mungkin, nama yang tidak pernah dinominasikan, kemudian muncul sebagai juara? apakah karena lagu yang dinyanyikan angel merupakan ciptaan Liliana tanoesoedibjo, sang istri bos MNC group yang notabene penyelenggara acara? meskipun sudah dibantah, tapi tetep aja, banyak masyarakat yang puas dengan penjelasan dan klarifikasi MNC group tsb.

Kasus lain adalah kemenangan Mayweather atas Pacquiao, para pecinta tinju menganggap bahwa pacquiao telah dirampok. Mereka meyakini bahwa Pacquiao lebih pantas menang, lantaran lebih agresif selama 12 ronde. Pacquiao dan Mayweather jadi perhatian dan menuai banyak kontroversi.

 

Membeli kemenangan

Apakah kemenangan bisa dibeli? Mungkin bisa, tapi buat apa?

Pernahkah kita membungkuskan kado khusus untuk buah hati yang gagal saat bertanding? hanya sekedar untuk menenangkan hatinya, bahwa dialah juara kita? Kalau iya, berarti kita telah membohongi diri sendiri, dan mengajari anak untuk melarikan diri dari kenyataan.

Dalam suatu acara lomba 17 agustusan, kemungkinan ada beberapa anak yang tidak juara dalam lomba nomor apapun. Kemudian, sang ibu menghiburnya dengan membungkuskan kado, dan dipanggil lah si anak untuk ikut menerima hadiah, seolah-olah dia menang suatu lomba. Dengan demikian, si anak selalu menganggap, kekalahan pun tetap harus terlihat manis. Lama-lama dia bahkan mengamuk jika tidak juara, marah dan iri mendapati kebahagiaan teman lain yang tersenyum menenteng hadiah.

Terjadi, dan sungguh-sungguh terjadi. Beberapa waktu kemarin, ributlah ibu2 teman anak saya di sekolah. Konon kabarnya, karena teman anak saya ini tidak menang dalam sebuah acara lomba, sang ibu meminta pelatih untuk membuatkan sebuah piala (palsu), yang bertuliskan juara terbaik 2. Waktu itu, anak saya bilang “haiii, kamu dapet piala ya? aku senang kamu menang!” itu melegakan hati saya. Meskipun dia belum bisa membedakan mana juara palsu dan juara sejati, setidaknya, dia sudah tahu bagaimana kita bersikap, jika kita mengalami kekalahan.

 

Piala-piala itu, hanya simbol keberhasilan. Selebihnya tidak akan kami kejar. Saya ingin anak-anak melakukan semua hal dengan cinta. Melakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Tidak fokus pada hadiah/kemenangannya, tapi fokus pada proses dan performa akhir. Soal hadiah, itu bonus….. 😀

Sistem Basis Data Multimedia diperlukan untuk memperoleh (query) dan memroses data dalam jumlah yang sangat besar dan data tersebut tidak selalu mudah untuk digambarkan dalam bentuk simbol-simbol.

 Data-data yang dimaksud antara lain dalam bentuk :

  • citra (image data)
  • video (video data)
  • audio (audio data)
  • dokumen (document data)
  • tulisan tangan (handwritten data)

Sistem Manajemen Basis Data Multimedia (Multimedia Database Management System = MMDBMS) adalah suatu kerangka untuk menata bermacam data potensial yang direpresentasikan dalam berbagai macam format (bentuk) pada suatu sumber media yang luas.

Agar dapat berhasil dengan baik, suatu MMDBMS harus mempunyai kemampuan sebagai berikut.

  • Kemampuan untuk menyeragamkan perolehan (query) (data media, data tekstual) yang direpresentasikan dalam bermacam format.
  • Kemampuan untuk memperoleh data (query) yang direpresentasikan dalam bermacam media.
  • Kemampuan untuk mendapatkan (retrieve) obyek media dari suatu penyimpanan lokal secara halus (berkesinambungan), tidak tersendat-sendat.
  • Kemampuan untuk memperoleh jawaban yang dihasilkan oleh suatu query dan mengembangkannya dalam bentuk-bentuk media audiovisual. Bentuk pemikiran aktual dan isi dari suatu penyajian (presentasi) aplikasi kemungkinan sangat bervariasi antara yang satu dengan lainnya, sehingga user harus mempunyai kemampuan untuk merinci bentuk dan isi dari jawaban penyajian yang ingin diperolehnya dari sistem.
  • Kemampuan untuk mengirimkan semua bentuk penyajian dalam suatu cara yang memenuhi berbagai kualitas pelayanan yang dibutuhkan.

 Contoh Skenario Multimedia.

Suatu penyelidikan polisi dalam operasi obat-obat terlarang (obat bius) dalam skala besar. Agar tujuan tercapai, polisi menggunakan sejumlah besar peralatan elektronik, seperti berikut.

  • Kamera video pengintai (video surveillance camera),
  • Telepon yang disadap (telephone wiretap)
  • Gambar-gambar dan foto (yang diperoleh dari penyelidikan)
  • Dokumen-dokumen
  • Mengakses data untuk mengetahui secara relatif struktur relasi datanya. Misalnya mengakses transaksi-transaksi perbankan dari beberapa tersangka kriminal. Hal ini merupakan hal penting, mengingat seringnya terjadi skema pencucian uang (money laundering) dalam kejahatan ini.
  • Mengakses ke sistem informasi geographis (Geographic Information Systems = GIS) yang memuat data geographis yang berhubungan dengan penyelidikan. Misalnya tentang lokasi atau pelabuhan yang biasa atau mungkin digunakan untuk pengapalan barang terlarang ini.

 

Terlihat bahwa berbagai macam data yang berbeda dan paket software digunakan dalam contoh di atas, yaitu hanya dalam satu aplikasi saja.

mmdbms

Aplikasi lain skenario Multimedia meliputi hal-hal seperti berikut.

Pelayanan multimedia dalam bidang pendidikan. Misalnya dalam program pendidikan jarak jauh (distance learning programs) karena adanya batasan geographi dan waktu untuk mengikuti pendidikan/kursus.

  • Industri Film/Bioskop.
  • Nasehat Ahli.
  • Industri perjalanan (travel).
  • Belanja (home shopping).

childabuse1

 

 

siapa itu utomo purnomo? mengapa tiba-tiba dia menampar?

namanya mendadak mencuat setelah kasus penelantaran anak kandungnya. sayang, seorang dosen ini terkenal bukan karena prestasinya, tapi karena tindak kejahatan yang dilakukannya bersama istrinya. bagi anda yang belum pernah mendengar berita ini, silakan klik disini. disinyalir, kedua pasutri ini memiliki 5 orang anak yang tidak diurus dengan baik, sehingga anak-anak mereka terlantar. puncaknya, saat si AD (8 tahun) menjadi gelandangan di sekitar kompleks perumahan, dan menjadi sorotan para tetangga.

lalu, siapa yang tertampar?

1. saya! dan mungkin semua orang berprofesi sama dengan utomo, yaitu dosen.

sungguh sangat memalukan, miris, prihatin, dan geram campur aduk dalam pikiran saya. kok bisa, seorang dosen, yang katanya baik dan ramah pada mahasiswa, dan rekan sejawat justru menjadi sosok ayah yang jahat pada anak-anaknya. sering melakukan tidak kekerasan, menghukum anak diluar kewajaran. sandiwara apa yang sedang dia mainkan? berulangkali saya mencoba berfikir, tapi kok ya gak ketemu akal sehatnya. dosen kan orang berpendidikan, dia bertugas mendidik dan mengajar kebaikan, seyogyanya dia memiliki nalar yang baik. tapi, yang terjadi justru sebaliknya. opo nalar?

tanggapan ketua stt muh terhadap utomo

2. sarjana IRT yang sombong

oke, saya tulis begitu, karena tidak semua sarjana IRT sombong. anda mungkin pernah menemukan conversation dua orang teman lama di halaman FB atau sosmed lain. begini kira2 isi percakapan mereka.

sarjana ui

kok bisa sombong bu? BINGO!!! ternyata tidak semua sarjana pandai mengurus anak. contohnya ya istrinya utomo ini. ucapan “saya” yang mengatakan, “justru hebat dong, anak gue diasuh sama sarjana UI, dibanding anak lo yang diasuh sama pembantu lulusan SD”. kalau sampeyan sekarang baca berita ini, pasti sampeyan bakalan kena tamparan juga kan? gak selamanya sarjana itu terampil mengasuh anak. bisa jadi…., yaaaa, bisa jadi, pembantu lulusan SD yang sampeyan bandingkan itu justru bisa mencetak sarjana-sarjana unggul yang penuh kasih sayang.

stop compairing girls!

ibu bekerja vs ibu rumah tangga, asi vs sufor, normal vs caesar, dan mungkin banyak topik lain yang selalu jadi bahan perbandingan. berhenti membandingkan! semua sudah dalam kondisi dan jalan nya masing-masing. apa yang dipilih orang menjadi pegangan hidupnya, tak perlu diusik dan dikomentari girls!

bagi ibu IRT : wanita bekerja itu tidak selamanya buruk say, siti khadijah, istri rosul itu pengusaha lo, dia kerja juga, dan hasil kerjanya banyak disumbangkan untuk berdakwah. jadi, kalau ada ibu bekerja, dan anaknya dititipin pada pembantu lulusan SD, yaaaaa, memang begitulah resiko yang diambil, jangan dijadikan bahan cemoohan ya sayang….

bagi ibu bekerja : wanita yang menjalani profesi IRT sedangkan dia lulusan sarjana, bahkan magister, jangan dipandang sayang ijazahnya. kita semua ini kuliah untuk mencari ilmu bukan cari kerja. ilmu yang didapat plus wawasan yang dimiliki ibu IRT yang sarjana ini pastinya diharapkan bisa memberikan nuansa pengasuhan yang lebih baik. jadi, jangan juga dipaksa-paksa buat menjalani pekerjaan yang tidak mereka sukai.

3. bagi orang yang menolak hukuman mati bagi para pengedar narkoba

satu lagi orang yang tertampar, mereka adalah orang yang menolak hukuman mati bagi para pengedar narkoba. hai…., sadarlah pak, bu, mas, mbak…, kedua orang tua ini menelantarkan anak karena narkoba telah merasuki kehidupan mereka. tak sadarkah anda, bila pemerintah selalu lunak bagi para gembong narkoba, maka tidak akan ada rasa takut pada diri mereka untuk selalu berkecimpung dalam bisnis haram ini? akan berapa banyak lagi anak terlantar? akan berapa banyak lagi orang meninggal karena OD?

akhir kata, meskipun miris, tapi saya berharap keluarga ini utuh dan normal kembali. mereka yang terlantar,  memang anak kandung mereka sendiri. tapi, kita perlu tahu, bahwa anak kita adalah titipan, dia tidak dapat memilih, terlahir dari orang tua yang mana. cintai dan sayangi mereka, investasi akhirat kita.

saya suka dengan puisi khalil gibran berikut ini :

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

sumber :

http://bilikide.com/catatan-harian/saya-anak-pembantu-lalu-apa.html

http://unik6.blogspot.com/2015/05/ini-motif-utomo-purnomo-dan-nurindra.html

http://edisimedan.com/pelaku-penelantar-anak-dosen-lulusan-s2/

 

kalau diantara netizen ramai dengan gerakan tanpa seterika, maka saya buatlah gerakan suka menyeterika. hehehehhe. biasa, sok anti mainstream. selain panas, menyetrika memang buang-buang waktu. pekerjaan ini gak bisa disambi apapun. kalau ada ibu yang suka nyapu sambil masak, itu udah biasa, nyuci baju sambil momong anak juga bisa (*orang nyucinya tinggal pencet tombol start 😀 ). kalian, para mahasiswa, malas nyetrika juga gak ya?

ini bermula dari ibu saya yang gemar menyeterika. kebetulan, bapak saya tentara, kebayang dong, gimana beliau kerja dengan seragam yang rapi jali? gak ada tentara yang baju loreng nya kusut. kata ibu saya, bisa jadi bahan celaan orang se-asrama ntar kalau baju suaminya gak disetrika. sampai sekarang ibu saya suka nyeterika, kalau lagi main ke rumah saya, kadang beliau ini diam-diam suka nyeterikain baju saya, suami saya, anak-anak saya (pokoknya suka gak tahan kalau lihat seterikaan 🙂 ). ini nurun ke mbak uno, anak saya, dia itu suka banget lipet2in baju, trus pura2 nyeterika.

baiklah, emang untuk baju2 seragam, baju2 buat kondangan, baju2 untuk acara-acara resmi, hendaknya di seterika. tapi, ada beberapa juga jenis pakaian yang tidak perlu diseterika menurut saya yaitu……

1. kaos kaki (bisa cepet kendor karet2nya kena panas)

2. daleman (bra, CD, boxer, kaos dalem)

3. pashmina (cukup dilipet aja yang rapi)

4. baju berbahan spandex

5. kain tenun, & wol

Nah, karena menyeterika butuh waktu banyak, berikut ini tips-tips supaya setrika menjadi cepat dan menyenangkan :

1. saat menjemur pakaian, kibaskan pakaian, demi meluruskan lipatan2 pada saat proses pemerasan, trus dijembreng (waduh bahasa Indonesianya apa ya?) biar gak kelipet lipet deh

IMG_20150419_094751

2. setelah kering, angkat, kibaskan lagi, lalu lipat baju anda dengan rapi. sebenarnya, kunci kerapian baju ada pada saat melipat, meskipun sudah di setrika, tapi kalau pas nyimpen di lemari acak-acakan, jadinya gak rapi lagi.

3. pada saat menyeterika, anda tidak perlu menyeterika semua bagian, apalagi dibolak balik, cukup buka kembali lipatan baju anda, lalu, tekan dengan setrika.

IMG_20150510_105318

4. seterika sesuai lipatan baju/kaosnya, sampai pada akhirnya, anda akan menyetrika dalam keadaan terlipat seperti ini. btw, kalau kaos ada sablonannya, jangan ikutan disetrika ya…..

IMG_20150510_105423

5. untuk hem, menurut ibu saya, cukup dilipat jadi 2 saja seperti ini, selain irit tenaga & waktu, juga jadi gak banyak lipetan.IMG_20150510_105523 IMG_20150510_105616

nah, cukup dilipat begini saja, coba bandingkan dengan cara ini, pasti lebih lama dan ribet kan?

folding-guide1

 

Menyeterika itu, sebenarnya menyenangkan, banyak keuntungannya juga lo…..

1. pakaian jadi rapi dan lembut. secara estetika jadi enak dipandang.

celana berbahan jeans, akan terasa kaku saat diangkat dari jemuran, nah, dengan disetrika, selain lembut juga lebih rapi.

IMG_20150510_105046

2. membunuh kuman dan serangga kecil yang mungkin hinggap di saat menjemur pakaian.

3. saat menyeterika yang butuh konsentrasi, kadang suka muncul ide2 baru, kadang sambil nonton tv (daripada tangan nganggur) atau sambil dengerin radio atau ngobrol sama anak-anak/suami membahas sesuatu.

 

nah, tidak semua orang membenci setrika. ternyata ada orang yang suka setrika loooo, kalau saya ada di tengah-tengahnya, alias sedang-sedang saja. kalau lagi ada waktu, saya nyeterika juga, kadang nyeterika bagi saya adalah sebagai wujud pelampiasan diri (refreshing) dari segala rutinitas kantor yang butuh porsi otak agak banyakan untuk mikir.

 

hehehehe, selamat menyeterika!!!!! enjoy your life!

* hari minggu, di tengah-tengah seterikaan numpuk, nyortir baju sambil nyiapin buat ngajar besok…. 😀

** sumber : ibu saya