Usability engineering adalah proses berulang untuk meningkatkan usability sistem.

Menurut ISO, usability adalah sejauh mana sebuah produk dapat digunakan berdasarkan pengguna spesifik untuk mencapai tujuan khusus dengan efektif, efisien dan kepuasan dalam konteks penggunaan yang telah di spesifikasikan.

Tiga pengukuran atribut usability yang didefinisikan oleh ISO adalah

  • Efektif : akurasi dan kelengkapan dari tujuan khusus yang dicapai oleh user
  • Efisien : sumber daya yang dikeluarkan untuk akurasi dan kelengkapan dari tujuan khusus yang dicapai user
  • Kepuasan : kebebasan dari ketidaknyamanan, dan perilaku positif setelah menggunakan produk

Menurut Nielsen (1993) Usability dalam konteks adalah semua sistem yang dapat diterima.

 

Evaluasi usability : kombinasi antara 3 ISO usability dan 5 nielsen usability.

  1. Efektif : kelengkapan dimana user mencapai tujuan mereka
  2. Kemampuan belajar : mudah dipelajari oleh pengguna pemula
  3. Efisien : memiliki kemantapan untuk pengguna mahir
  4. Kemampuan mengingat : sistem mudah digunakan dengan singkat oleh pengguna lepas
  5. Kesalahan : tingkat kesalahan dan kesalahan bencana kecil
  6. Kepuasan : bagaimana kepuasan dalam penggunaan, dari kacamata pengguna

Atribut pengukuran usability

  1. Efektif : tergantung dari definisi sukses. Sbg contoh, jumlah kata pengganti pada text, ukuran keberhasilan biner
  2. Kemampuan dipelajari : ambil pengguna awam untuk menggunakan sistem, ukur waktu untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Bedalan antara beberapa pengalaman komputer secara umum
  3. Effisiensi : putuskan definisi keahlian, ambil pengguna mahir (sulit), hitung waktu per tugas khusus
  4. Kemampuan mengingat : ambil sampel pengguna biasa (jauhkan sistem untuk beberapa waktu tertentu), hitung waktu per tugas khusus
  5. Kesalahan : jumlah kesalahan kecil dan fatal yang dilakukan pengguna selama menggunakan tugas khusus. Contoh : jumlah deviasi dari garis optimal klik
  6. Kepuasan : bertanya kepada user tentang pendapat subjektif (kuesioner), setelah mencoba menggunakan sistem untuk tugas sesungguhnya.

Evaluasi usability

Ada 4 buah tipe evaluasi, berdasarkan tujuan evaluasi

  1. Exploratory – bagaimana penggunaannya?

Dilakukan sebelum pembangunan interface

Mempelajari bagaimana s/w digunakan, seberapa sering dan untuk apa

Mengumpulkan data yang digunakan – catatan statistik dan observasi dari penggunaan

  1. Predictive – memprediksi (akan) seberapa baik ?

Memperkirakan seluruk kualitas dari interface (seperti summative evaluation, tapi prediksi dilakukan di muka

Dilakukan sekali saat desain selesai dibuat, tapi sebelum proses implementasi

  1. Formative – bagaimana dapat menjadi lebih baik ?

Memberitahukan proses desain dan membantu meningkatkan interface selama desain

Dilakukan selama pembangunan interface

Mempelajari mengapa sesuatu menjadi salah , tidak hanya pada saat terjadi kesalahan

Mengumpulkan data proses-pengamatan kualitatif dari apa yang terjadi dan bagaimana

  1. Summative – seberapa baik?

Penilaian dari semua kualiatas dari interface

Dilakukan satu kali pada interface (kurang lebih) telah selesai

Membandingkan desain alternatif, atau menguji kebutuhan performansi yang telah di definisikan

 

Analogi sup yang dimodifikasi

Ketika koki lain mencicicipi sup : exploratory

Ketika koki menilai untuk resep tertentu : predictive

Ketika koki mencicipi sup saat memasaknya : formative

Ketika tamu mencicipi sup : summative