siapa sih yang tidak pernah mencontek? dari hasil riset kecil-kecilan, dari 70% mahasiswa setidaknya pernah mencontek, dengan frekuensi jarang dan kadang-kadang. (sumber : http://persma.com/baca/2010/05/20/517-mahasiswa-dan-kebiasaan-mencontek).

 

Macam-macam cara mencontek

  1. mencontek dengan membawa buku ke ruang ujian (istilah kerennya “hard disk”) cukup beresiko karena mudah ditemukan pengawas.
  2. mencontek dengan membawa catatan kecil (istilah kodenya “flash disk”), menulis di tangan, paha, meja, dinding atau bawa “kepekan”, ditaruh di tempat pensil, kaos kaki, (maaf) BH, lipatan rok/celana.
  3. mencontek pekerjaan teman (dalam hal ini harus ada kerja sama dengan teman lain, istilahnya “browsing dan searching”, biasanya  server (baca : temen yang pinter) duduk di posisi strategis, yang gak begitu jadi perhatian pengawas. kebayang kalau “server”- nya “down” (baca: duduknya dipindah depan pengawas, gak belajar, dll, matilah “client-client” di sekitarnya.)\
  4. mencontek dengan kode-kode biasanya dilakukan oleh server-client (istilah yang saya gunakan disini adalah : protokol). kalau jawabannya A, pegang hidung, jawaban B, garuk-garuk kepala, jawaban C, pegang telinga, tak lupa sambil menggunakan sandi-sandi tertentu yang sudah disepakati bersama.

Mencontek menurut saya sudah jadi sifat dasar manusia, tapi, jika dilakukan pada saat ujian masuk perguruan tinggi, ujian nasional, ujian penerimaan pegawai, apa lagi pake JOKI…., oh…, noooooo…., hukumnya bisa dikatakan HARAM, hehehehe. Coba kita renungkan hal berikut ini.

Pertama

Thomas Alfa Edison tidak menciptakan lampu, Alexander Graham Bell pun tidak menciptakan telepon, juga para penemu lainnya. Melainkan bahwa mereka [bahkan tanpa izin] membuat temuan mereka otentik, dan kita membenarkannya. Disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Tenaga matahari kelelawar menginspirasi pesawat mata-mata, super komputer terinspirasi dari otak kucing, bahkan struktur gigi manusia menginspirasi teknologi aerospace. Itulah sebabnya mereka disebut penemu, bukan pencipta, karena kita tahu, sang pencipta adalah Tuhan. Dari mana mereka menemukan sesuatu? dari pengamatannya terhadap alam, tentu dengan cara mencontek bukan?

 

Kedua

Saking portabelnya mesin tik, maka design mesin tik dicontek dan dimodifikasi menjadi notebook [laptop] dan karena notebook dirasa kurang praktis, maka konsepnya dicontek dan dimodifikasi, jadilah netbook, dirasa masih kurang praktis, seorang Steve Jobs meniru konsepnya, dan mengubahnya menjadi iPad. Samsung menyadari kekurangan iPad, dan kemudian mencontek konsepnya dan melakukan modifikasi terhadap contekannya, jadilah Galaxy Tab.

 

Ketiga

… atau mungkin contoh ketiga adalah pemberian nama. Adakah kita meminta izin empunya nama kita? misalkan nama Tenia Wahyuningrum dicontek dari nama seseorang? atau seekor? karena ternyata cacing pita memiliki nama biologi tenia saginata dan tenia solium?

hehehhe……   😀

 

Mencontek dan budaya malu

Kalau ada yang pernah mencontek dan ketahuan, lalu merasa malu…, baguslah! berarti anda masih normal…, yang tidak wajar jika kita terlalu mengekspresikan rasa malu itu secara berlebihan (minder), sehingga malu ketemu teman-teman, malu kuliah, dsb…., ingatlah! mencontek itu sifat dasar manusia…., jadi yang perlu anda lakukan adalah menyesal dan tak akan mengulanginya lagi! tak akan ada gunanya mencontek saat ujian!

atau sebaliknya anda justru tidak merasa malu saat ketahuan mencontek. anda harus menghubungi psikiater karena urat malu anda sudah putus dan perlu segera ke UGD untuk diperbaiki  😀 . yang seperti ini besok bakalan jadi calon2 plagiat yang tidak mau susah payah berusaha, maunya nyontek, lulus, dan dapet nilai bagus.

Solusinya (untuk dosen & guru)

  1. dari pada mencontek, lebih baik ujian OPEN BOOK saja, diberi peringatan “tidak boleh saling meminjam buku”, karena mahasiswa dapat saling bertukar jawaban (baca : menerapkan mata kuliah komunikasi data saat ujian  😀 )
  2. buat soal essay saja, isinya problem solving, pernyataan pendapat, dst, atau kalau matematika buat soal yang banyak, sehingga mahasiswa tidak saling tengak-tengok ( dibuat sibuk dengan jawaban mereka sendiri-sendiri)
  3. kalaupun soalnya multiple choice, buat soal yang berbeda-beda untuk mahasiswa yang saling berdekatan.
  4. meskipun kelihatannya rumit dalam mengoreksi, tapi, setidaknya dosen bisa mengurangi kegiatan mencontek, ingat, kejahatan berlangsung tidak hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan. maka waspadalah! waspadalah!

 

SESUDAH DEKLARASI ANTI MENCONTEK & PLAGIAT DI UMUMKAN, SAYA BERHARAP TIDAK ADA LAGI MAHASISWA YANG NAMANYA DIPAMPANG DI PAPAN PENGUMUMAN KARENA MELAKUKAN KECURANGAN……….SELAMAT UJIAN!

 

sumber :

http://yugo21.blogspot.com/2011/01/14-penemuan-yang-terinspirasi-hewan-dan.html

http://admin.harunyahya.com/indo/artikel/016.htm

mengenalkan gambar dan suara binatang pada anak, bisa dilakukan dengan membuat lifeshow animal sound. kali ini saya akan mengajak anda semua untuk membuat aplikasi sederhana untuk menampilkan gambar dan suara. jadi, kita akan berlatih memasukkan gambar menggunakan button dan menangani image dan sound.

berikut ini langkah-langkah nya :

1. buatlah project baru, misalkan dengan nama : animal

membuat project baru

2. buatlah screen dengan komponen sebagai berikut

pilih pada palete screen arrangement, kemudian drag vertical arrangement pada screen 1

vertical arrangement

pada properties, pilih width dan height pada pilihan fill parent, dengan lebar dan tinggi 350 pixel

display screen vertical arr

3. selanjutnya, pilih pada palette basic, sebuah image, drag ke dalam vertical arrangement yang ada pada screen 1 . image ini akan digunakan untuk menampilkan gambar binatang.

image dalam vertical arr

4. Next step, buatlah sebuah label pada palette basic, drag dan drop di bawah vertical arrangement yang telah dibuat, dengan properties sebagai berikut :

 

properties label

5. buatlah sebuah horizontal arrangement dibawah label untuk meletakkan tombol-tombol.

horizontal arrangement

6. buatlah 3 buah tombol dengan text : gajah, burung, sapi, masukkan ke dalam horizontal arrangement yang baru saja dibuat.

7. drag player pada palette media

keseluruhan gambar screen akan terlihat sbb :

screen

8. udah? beneran? lanjut yuuuuk…..

sekarang kita siapin dulu gambar dan suaranya ya…..

gajah sapi burung

 

suaranya bisa download disini

http://kumpulan.mywapblog.com/nd-binatang.xhtml

9. setelah itu, seperti biasa, buka block editor, kemudian susun button dan event nya sbb :

block editor animal sound

penjelasan : pada saat button1 (gajah) di klik, maka akan muncul suara gajah & gambar gajah. demikian seterusnya, jika button2 (burung) dan button3(sapi) di klik. maka akan muncul suara dan gambarnya.

10. koneksikan dengan emulator, dan akan muncul gambar sbb :

gajah_android

11. yippieee! selesai! sekarang saatnya saya pamer sama anak-anak saya dulu…., lihat nih, bunda bisa bikin lifeshow animal sound! 😀

 

 

dilihat, dibaca dan dimaknai dalam kehidupan sehari-hari, beberapa rumus fisika ini bisa jadi pedoman hidup kita, terutama para mahasiswa…., coba dibaca dulu ya…..:)

rumus kecepatan v=s/t

“semakin cepat mengerjakan skripsi, maka semakin sedikit waktu studi”

rumus gaya p=f/a

“semakin banyak gaya, semakin banyak tekanan hidup kita

semakin luas pengetahuan kita, makin sedikit tekanan hidup kita”

rumus momentum p=m x v

“orang yang gesit tidak akan kehilangan momentum”

hukum newton 1
Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya.

“skripsi akan tetap menjadi skripsi, kecuali ada kemauan bekerja untuk menyelesaikannya”

hukum newton 3
Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah

“tak perlu risau jika aksi terbaikmu menuai reaksi keras dan berlawanan.

di dunia ini ada 3 tipe orang :

1. lover = selalu mencintai kita apapun yang kita lakukan,

2. hater = selalu membenci kita apapun yang kita lakukan,

3. dont care = orang yang selalu tidak peduli apapun yang kita lakukan.

kalian tinggal memasukkan orang-orang disekitarmu dalam 3 kategori tersebut, dan, jangan galau karenanya.

tetap menjadi yang terbaik, gunakan hati nuranimu!”

Sore itu, saya diajak chatting dengan seorang mahasiswa. Kira-kira petikannya sbb :

Yth. Ibu Tenia Wahyuningrum, Selamat Sore. Perkenalkan, saya Andito, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer di sebuah universitas di Depok. Saya baru saja selesai membaca artikel Ibu mengenai etika mahasiswa ketika berkomunikasi dengan dosen, khususnya ketika berkomunikasi secara tidak langsung(sms/chatting).

Artikel yang sangat menarik menurut saya, karena persoalan yang Ibu angkat sangatlah nyata dan banyak terjadi tidak hanya di universitas, tetapi juga di lembaga pendidikan lainnya. Saya seorang guru bimbel, di mana murid-murid saya beberapa ada yang seperti Ibu uraikan dalam artikel Ibu.

Di sini, saya memohon izin untuk memberikan tanggapan saya terhadap artikel Ibu Tenia. Semoga tanggapan saya ini bisa menjadi masukan juga bagi Ibu Tenia maupun dosen-dosen yang lain. Di dalam artikel Ibu, Ibu sudah menjabarkan beberapa kriteria mahasiswa yang kurang beretika dalam berkomunikasi.

Namun, saya juga ingin mengingatkan, bahwa sebagai pendidik, dosen harus memberikan contoh yang baik juga kepada mereka. Karena saya beberapa kali menemukan, justru para oknum dosen lah yang tidak mengajarkan sopan santun kepada mahasiswanya. Saya sebut oknum di sini karena tidak semua dosen berperilaku seperti itu. Saya yakin Ibu juga tidak seperti itu.

Lalu, si mahasiswa ini menjabarkan, bagaimana isi sms dosen yang menjadi harapan mahasiswa. Di kalangan mahasiswa, kadang mereka berbisik-bisik terhadap dosen yang mereka anggap “rese”. Nah, meskipun tidak semua dosen demikian, beberapa “oknum” dosen termasuk dalam kategori sebagai berikut :

 

1. Kura-kura

Kura-kura identik dengan segala sesuatu yang lambat. Julukan kura-kura ini sering ditujukan kepada oknum dosen yang jika dihubungi melalui sms/e-mail, balasnya butuh waktu yang sangat lama, bisa sampai berminggu-minggu. Padahal, bisa jadi mahasiswa ini adalah mahasiswa bimbingannya yang sedang mengurus skripsi/tesis di mana terdapat deadline. Bayangkan betapa berbahayanya efek dari oknum dosen kura-kura ini? Alasan tidak ada pulsa atau sedang sibuk juga tidak tepat jika digunakan oleh para oknum tersebut. Hanya keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, dsb yang masuk akal.

Contoh : Mahasiswa : “Selamat Siang Pak, saya X, salah satu mahasiswa bimbingan Bapak. Saya telah menyelesaikan Bab 1 tugas akhir saya dan ingin meminta kesediaan Bapak untuk melihatnya terlebih dahulu. Kira-kira kapan dan di mana saya bisa menemui Bapak? Terimakasih sebelumnya.” 12 Januari 2014

Dosen : “Oh y kamu dtg saja ke ruangan saya nanti siang.” 21 Januari 2014 di saat sang mahasiswa bahkan sedang tidak ada di kampus.

2. Esia

Esia terkenal dengan biaya smsnya yang per karakter. Jadi, semakin singkat smsnya, semakin murah juga biayanya. Julukan Esia ini sering ditujukan kepada oknum dosen yang tidak menghargai kesopanan dari mahasiswanya. Mahasiswa sudah menyusun sms/e-mail sedemikian rupa sehingga memenuhi etika berkomunikasi. Tetapi, apa balasan dosennya? Biasanya hanya sebuah kata “Ya” atau “Tidak”, bahkan belakangan sedang nge-trend dengan singkatan “Y” dan “Tdk”. Kalau memang sedang sibuk, tentunya bisa membalasnya setelah urusan selesai, tentunya dengan memperhatikan etika berkomunkasi juga. Jangan sampai muncul kategori fusion KuraKura-Esia. Sudah balasnya lama sekali, isi pesannya pun tidak sesuai etika.

Contoh : Mahasiswa : “Selamat Siang Pak, saya X, salah satu mahasiswa bimbingan Bapak. Saya telah menyelesaikan Bab 1 tugas akhir saya dan ingin meminta kesediaan Bapak untuk melihatnya terlebih dahulu. Kira-kira kapan dan di mana saya bisa menemui Bapak? Terimakasih sebelumnya.”

Dosen : “Bsk siang di ruangan sy”

Intinya, saya juga ingin mengingatkan kepada para dosen, bahwa sebagai pendidik, dosen justru adalah pihak yang harusnya memberikan contoh yang baik. Bahkan, jikalau ada mahasiswanya yang belum mengerti mengenai etika, dosen harusnya tidak lantas marah, tetapi memberikan contoh yang baik.

Hormat Saya, Andito Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

 

Mudah-mudahan saya tidak termasuk dua kategori tersebut ya 😀

anda sedang melakukan bimbingan tugas akhir/skripsi/thesis? galau karena dosen pembimbing anda “ajaib”? berikut tips sukses menghadapi dosen pembimbing.

 

Tipe susah dimengerti

Dulu, waktu saya masih ngerjain skripsi, dosen pembimbing saya seorang profesor yang sudah senior. Berhubung beliaunya sudah sepuh, suaranya pelan, lagipula menggunakan High Level Language (bahasa tingkat tinggi), saya yang saat itu masih culun, seringkali susah mengerti apa maunya. Coret sana coret sini, yang pada akhirnya berakhir pada menulis ulang dari awal. Sedih dan galau pastinya. Tapi, untuk menghadapi dosen tipe ini, kita harus benar-benar memanfaatkan waktu bimbingan, misalkan saat beliau menjelaskan hal yang kita gak ngerti, kita tanyakan sejelas-jelasnya maksudnya gimana. Kalau masih gak ngerti juga, biasanya saya nulis semampu saya, besoknya dikoreksi lagi, salah lagi, tulis lagi, koreksi lagi, sampai benar-benar mulus kertas kita tanpa coretan. Harus sabar, sering-sering bimbingan ya teman kalau model dosen begini……

 

Tipe susah ditemui

Waktu ngerjain tesis, Alhamdulillah dapet dosen yang sibuk sekali, yaitu bapak Agung Harsoyo.  Beliau adalah saksi ahli dalam kasus Antasari Azhar dan Ariel Peterpan-Luna Maya-Cut Tary.

sumber :

http://kabarnet.in/kasus-antasari-azhar/

http://news.okezone.com/read/2013/06/16/339/822618/antasari-azhar-dan-ancaman-bahaya-sms-spoofing

Bisa dibayangkan, kapan saya ketemu beliau, padahal betapa sibuknya pak Agung wara wiri Jakarta Bandung untuk jadi saksi ahli. Bahkan untuk sms pun gak bisa, karena gak punya nomornya. Pernah nyoba ngirim email, gak dibales. Kuncinya ada di pembimbing 1. Tanyakan kepada pembimbing 1, kapan kira-kira saya bisa bertemu beliau. Biasanya antara pembimbing 1 dan pembimbing 2 saling berinteraksi dan saling memberikan masukan. Cara ini manjur, karena pada saatnya saya diberitahu dosen pembimbing 1, “pak Agung, besok ke kampus mbak, kalau mau bimbingan…”, tentu saja tidak saya sia-siakan…., langsung deh bimbingan, Alhamdulillah, beliau hanya susah ditemui, tapi tidak susah dalam memberikan masukan.

 

Tipe banyak maunya

Kalau produk sudah OK, tulisan sudah OK, kemudian, demi mewujudkan suatu produk dan tulisan yang lebih bagus lagi, sang dosen meminta anda untuk menambahkan ini dan itu, yang tidak akan ada habisnya jika dituruti, lebih baik anda mengeluarkan pendapat anda. Jika permintaannya terasa ringan dan dapat dikerjakan cepat, maka, kerjakan saja, toh itu bisa jadi nilai tambah anda. Tapi, jika permintaannya aneh-aneh dan tidak dapat dibuat dalam waktu cepat, sehingga membuat skripsi/tugas akhir anda jadi tambah lama, maka anda perlu memberikan batasan masalah/batasan produk. Jelaskan pada beliau, sesuai dengan latar belakang, dan limitation of problem nya, biar tidak keluar kemana-mana.

 

Tipe gampang acc

Beberapa dosen yang sibuk, terkesan asal tanda tangan saja saat anda menyodorkan draft laporan. Alih-alih memudahkan mahasiswa dalam bimbingan, beberapa dosen yang kurang teliti justru membuat anda kesulitan saat sidang, karena pasti banyak kesalahan yang anda buat, baik dalam produk dan tulisan. Hal ini menimbulkan celah bagi penguji, untuk mencecar berbagai pertanyaan tentang produk/tulisan anda. Menghadapi dosen seperti ini, anda harus banyak-banyak bertanya pada dosen tersebut, teman, dosen lain, dan praktisi yang kompeten, supaya banyak masukan pula yang diberikan pada anda.

 

demikian ulasan tentang tipe-tipe dosen pembimbing, menurut pengalaman pribadi sebagai mahasiswa dan dosen. tapi, apapun itu, jangan jadikan faktor dosen sebagai penghambat anda dalam menyelesaikan tugas akhir. semua tergantung dari anda. man jadda wa jadda. percaya deh, se  killer-killernya dosen, dia bakalan luluh akan kegigihan dan keseriusan anda dalam mengerjakan tugas akhir. salam mahasiswa tingkat akhir!

ada yang mau nambahin? 😀

Beberapa waktu lalu (pada 3 bulan pertama tahun 2014), saya mengadakan survei ke 12 perusahaan tempat alumni bekerja. Dalam survey menggunakan metode kuesioner tersebut, terdapat 7 point penilaian dengan skala likert 1-4, 1=kurang, 2=cukup, 3=baik, 4=sangat baik.

  • Integritas (etika dan moral)
  • Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama)
  • Bahasa Inggris
  • Penggunaan teknologi informasi
  • Komunikasi
  • Kerjasama tim
  • Pengembangan diri

Lalu, apa nilai yang paling tinggi dari ketujuh point tersebut?

1. Kerjasama Tim ( rata-rata nilai 85.42 )

Kerjasama memang sudah terlihat di saat mereka kuliah. Saya melihat, mahasiswa ST3 Telkom kompak (solid), mereka suka berkegiatan bersama, entah itu kegiatan yang berhubungan dengan kuliah, maupun di luar perkuliahan. Saat saya umumkan ada sebuah tugas, mereka dengan sangat baik meng handle tugas tersebut. Saling membagi (share) pendapat, share materi kuliah, sampai jika ada sebuah “hajatan” di kampus, dengan antusias, mereka datang dan membantu.

2. Integritas (etika dan moral) serta komunikasi (rata-rata nilai 83,33)

ST3 Telkom merupakan perguruan tinggi yang tidak hanya mengedepankan hardskill, tapi juga softskill. Visi ST3 Telkom untuk menjadi Perguruan Tinggi yang unggul di bidang Teknologi Telematika dan membentuk insan yang berkarakter di Indonesia, benar-benar kami resapi dan terapkan dalam pendidikan. Tak heran kalau kami, para pengajar nya “cerewet” untuk urusan etika dan moral. Alhamdulillah hasilnya memuaskan bukan?

3. Keahlian berdasarkan bidang ilmu (kompetensi utama) dan Penggunaan teknologi informasi (nilai rata-rata 79, 11)

Kami unggul dalam bidang ilmu, tapi juga softskill, itu mungkin yang tidak dimiliki perguruan tinggi lain. Disaat perguruan tinggi lain terus mengunggulkan keahlian berdasarkan ilmu, tapi kami menekankan softskill tanpa mengesampingkan kualitas keahlian.

Sukses terus untuk alumni ST3 Telkom, bawalah selalu nama baik almamater kalian! bravo!

 

* hasil survey dilakukan pada 12 perusahaan/instansi pemerintah sbb :

Asia Os
Hotel Aston
Ciptakom
Samsung
Metrasat
DINKOMINFO
STIKES Al Irsyad Cilacap
Indosat
Kopkarla
SMA Negeri 1 Purbalingga
Humas Pemda Banjarnegara
Alita Praya

 

 

 

 

siang itu hujan di kota purwokerto, saya terburu-buru mengendarai sepeda motor saya menuju kampus. jam di tangan saya menunjukkan pukul 13.30, 10 menit lagi saya harus ada di ruang kelas. dalam bayangan saya, ada 30 mahasiswa sedang menunggu saya di kelas, dan bersiap-siap mengikuti mata kuliah matematika diskrit. tergesa-gesa saya menenteng laptop ke lantai 2, namun apa yang terjadi? ruang kelas masih kosong. saya tunggu 10 menit, seorang mahasiswi masuk ruangan. 20 menit, hanya kira-kira 7-10 orang masuk ruangan. ruang itu baru terlihat penuh terisi kurang lebih setelah 30 menit berlalu, bahkan ada yang baru masuk setelah hampir 1 jam.

siang itu saya tidak langsung ke pokok bahasan. saya biasa memberi intermezo dulu. saya ceritakan tentang fenomena yang terjadi di masyarakat akhir-akhir ini. banyak remaja jaman sekarang kurang punya rasa empati.
empati adalah keadaan mental yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dl keadaan perasaan atau pikiran yg sama dng orang atau kelompok lain; ber·em·pa·ti v melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~

saya mulai cerita tentang pembunuhan ade sara, dimana kedua pembunuhnya adalah mahasiswa, mereka membunuh hanya untuk masalah sepele, si cowok susah move on, si cewek cemburuan. sepele bukan? remaja macam apa yang tega membunuh seseorang, yang sebenarnya, tidak ada bersalah apapun pada mereka.

berlanjut kepada dinda, seorang remaja yang tidak mau memberikan tempat duduknya pada ibu hamil di kereta. bahkan dia membenci ibu hamil tersebut karena dinilai selalu menyusahkan orang lain, melalui akun path-nya. lalu, gelombang protes terjadi. banyak komentar, blog, status, menyayangkan perbuatan dinda. hingga akhirnya, dengan kerendahan hati, dinda mau meminta maaf.

yang ketiga, tentang kasus kekerasan seksual yang marak terjadi. JIS, emon-sukabumi, dll. saya menyarankan agar, siapapun yang melihat ada kejanggalan dalam pergaulan teman-teman dan lingkungan sekitar, segera melapor saja. saya yakin, kasus JIS pasti sudah banyak diketahui oleh lingkungan intern di JIS, namun, mereka memilih diam.

apa yang anda lakukan jika anda menjadi “korban”? pasti kecewa dan kesal kan? nah, saya mengajak mereka memposisikan diri sebagai korban.

di akhir cerita, saya tanyakan pada mereka “apa yang anda rasakan, jika anda menjadi saya? saya susah payah menerobos hujan demi anda, tapi anda masih santai di kantin sambil bercanda ria, ini sudah terjadi seringkali, dan saya seringkali memaafkan keadaan ini”

“pasti kecewa lah buk” kata salah satu mahasiswa, “iya, kecewa bu, sedih” sahut yang lain.

“baiklah, mari kita buat kesepakatan, jika sudah melewati 30 menit anda belum hadir di kelas, saya tidak akan memasukkan nama anda dalam daftar presensi. dosen lain mungkin tidak akan mengijinkan anda masuk kelas, tapi saya masih memperbolehkan anda masuk. saya menghargai kemauan anda dalam mencari ilmu, lagipula, kalau terlambat masuk dan saya tidak mengijinkan anda masuk, bisa jadi anda malah keluyuran gak tau kemana. kalau anda terlambat karena hal-hal yang dinilai darurat, seperti ban motor kempes atau kendaraan anda mogok, silakan memberitahu saya terlebih dahulu”

setelah mahasiswa setuju, minggu depannya, mereka masuk kelas dengan tertib. yah, batasnya 30 menit. kalau saya sebagai dosen, terlambat lebih dari 30 menit, mereka boleh menentukan mau lanjut kuliah, atau mau pulang.

di kelas lain, yang mahasiswanya tertib, tidak saya berlakukan aturan ini. saya hanya ingin mengajak mereka memiliki rasa empati. maaf, kalau kesannya kolot, tapi itulah pendidikan, ada komentar? 😀

selamat malam semua…., hari ini saya akan membuat kalkulator sederhana dengan MIT App Inventor. kalkulator ini bisa menjumlahkan 2 buah bilangan yang diinput oleh user.

saya tuliskan step by step nya ya…..

1. buatlah :

label 1 , properties : text = bilangan 1
label 2 , properties : text = bilangan 2
label 3 , properties : text = hasil
text 1
text 2
text 3
button 1, properties : text = submit

kalkulator sederhana

2. dalam blocks editor, silakan anda drag and drop sehingga akan menjadi seperti pada gambar dibawah ini :

block editor kalkulator

penjelasannya sbb :
pada event button1. click, maka textbox 3 (hasil) = textbox 1 (bilangan 1) + textbox (bilangan 2)
artinya, pada textbox hasil akan menampilkan hasil penjumlahan bilangan 1 dan bilangan 2

supaya nilai yang dimasukkan dalam textbox adalah angka, bukan huruf, maka diberi event textbox1. lostfocus, textbox1. numbers only

begitu juga dengan textbox2…..

sekarang, cobalah membuat kalkulator yang dapat menambah, mengurang, mengali dan membagi dua buah bilangan tersebut. kira-kira tampilannya begini :

kalkulator lengkap

oke, selamat mencoba!

halooo, mahasiswaku yang budiman, dan budiwoman 😀

apakah kalian pernah mengirim sms pada dosen dan tidak dibalas? sudah saatnya, anda saya beritahu, mengapa sms itu tidak dibalas. tapi sebelumnya, coba perhatikan beberapa petikan sms ini :

tipe tanpa identitas :
“Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
“Ibu ada di mana???? Ditunggu di kelas xxx sekarang”
“Ibu posisi dimana? saya sudah di kampus dari tadi”
“bu tenia,, untuk materi kuliah xxx ada dimana ?”

apa dampaknya jika anda tidak memberitahu identitas anda? tengoklah percakapan dibawah ini:
mhs :”ibu, saya mau ketemu”
dosen :”maaf, ini siapa ya?”
mhs :”saya budi”
dosen :”budi yang mana ya?”
mhs :”saya budi mahasiswa ibu”
dosen :”oooh…., budi winarno?”
mhs :”bukan…, budi setiawan, mahasiswa IF A”
dosen :”baik mas budi, kapan mau ketemu?”
mhs : “nanti siang bu”
dosen : “baik mas, silakan datang, nanti siang saya sedang kosong”

bayangkan, berapa banyak waktu dan pulsa terbuang hanya untuk melayani sms seperti ini. jika anda hanya menuliskan maksud anda “ibu, saya mau ketemu”, dosen anda tentu bingung ini sms dari siapa? tukang kredit? petugas asuransi? sales buku? kolega bisnis? atau mahasiswa?

tipe memerintah :
“Bu saya … dari kelas … Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…”
“Bu. Nilai mata kuliah XXX saya belum keluar di simak. Dosennya sudah di hubungi bu ten belum ? dihubungi saya tidak respon buu..”
“kalo misal nilainya keluar terus yang nginput bu tenia bisa tidak bu”
“bu…., tolong dikoreksi ya bu, saya pengen cepat lulus”

dosen pada umumnya orang yang usianya lebih tua dari anda, jadi, jangan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu seperti anda ngobrol dengan teman anda. anda bisa memintanya dengan gaya yang lebih sopan. misalkan : saya membutuhkan slide kuliah ibu untuk bahan belajar, dimana saya bisa mendapatkannya bu?

tipe alay :
“SoRe bu..ApA be5ok 4da kul!ah Ga’ ea?”
“Oowh gitchu ya buk…., mu u cih bingits ya buk….”

bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda.

tipe sok penting
“Bu, bimbingannya ndak jadi hari ini karena saya ada acara keluar. Besok saja jam 9. Trims”
“Bu, ini saya masih ngeprint, tunggu yaa…”
“Wah pagi saya nggak bisa e bu, Sore aja ya bu?”

bagi mahasiswa, jika waktu yang dijanjikan oleh dosen bertabrakan dengan acara lain, anda bisa membalasnya dengan pilihan bahasa lain, seperti : “maaf bu, untuk jam 2 saya masih ada di luar kota, bagaimana jika jam 4 sore?”

jika ada diantara kalian yang menggunakan bahasa sms tersebut diatas, dan kemungkinan besar tidak dibalas, maka akan saya kuak, mengapa bisa demikian. dosen yang tidak membalas sms anda, kemungkinan ada beberapa sebab :

1. waktu yang kurang tepat

dosen pasti punya banyak waktu sibuk, diantaranya saat sedang mengajar, meeting ataupun sedang membimbing. jadi, pastikan anda tidak meng-sms di saat-saat jam sibuk. atau, bisa jadi anda terlalu pagi atau terlalu malam mengirim sms.

2. cara atau etika kita kurang baik.
tipe-tipe sms diatas tentunya merupakan contoh sms yang kurang baik. jika anda mengirim sms dengan 4 tipe diatas, dan tidak dibalas, maka, bisa dipastikan dosen anda sedang “empet” sama anda. 😀

3. HP mati, low batt atau pulsa habis
meskipun anda sudah berbahasa sopan, dikirim pada saat yang tepat, tapi HP dosen lowbatt atau habis pulsa, maka sms anda tidak akan dibalas. tapi saya yakin, jika dosen anda baik, dan sms anda sudah baik, setelah terisi pulsa/energy, dia akan segera membalas sms anda.


mengapa?

mengapa kita harus sopan?

sopan santun dan etika, seringkali tidak pernah tertulis di buku pegangan mata kuliah, dan ST3 Telkom adalah salah satu perguruan tinggi yang mengedepankan karakter yang baik, bagi dosen maupun mahasiswanya. Kelak, anda akan punya atasan, punya mertua, kolega bisnis, dan sopan santun menjadi syarat mutlak berinteraksi. anda akan lebih banyak teman dan disukai orang tua. (ingat lagu peramah dan sopan ciptaan Pak Dal….:D )

bagaimana sms yang baik?
1. dimulai dengan sapaan : assalamu’alaikum wr wb atau assalamu’alaikum (jangan disingkat : ass, mekum, askum, karena hakikatnya salam adalah doa, jadi jangan disingkat. dulu, saya pun pernah menggunakan singkatan “ass” untuk menunjukkan salam, tapi kemudian saya ditegur teman saya, bahwa “ass” kemungkinan akan diartikan “pantat” oleh orang yang menerima pesan), atau selamat pagi, siang, sore…..

2. sebutkan identitas anda : dosen anda bukanlah phone book berjalan. dia tidak akan menyimpan semua nomor telepon mahasiswa di ponselnya. keterbatasan memory kemungkinan bisa jadi penyebabnya. jadi, sebaiknya anda sebutkan identitas anda. misalkan : saya irma suryani, kelas IF B…..

3. tuliskan keperluan anda dengan singkat dan jelas : jangan terlalu bertele-tele, singkat tapi tetap memperhatikan kesopanan. misalkan : hari ini saya ingin bimbingan skripsi, apakah ibu ada waktu?

4. ucapkan maaf untuk menunjukkan kerendahan hati anda

5. akhiri dengan ucapan terima kasih

Misalkan begini :

Selamat pagi bu, saya ika rahmawati, kelas IF B, maaf bu, saya mau menanyakan apakah besok ibu ada waktu untuk bimbingan skripsi? terima kasih.

SMS diatas panjangnya 143 karakter, sehingga menurut saya tidak terlalu kepanjangan, juga tidak terlalu pendek, tapi dosen mengetahui maksud anda.

“SMS adalah pesan singkat, kira-kira panjangnya 160 karakter. SMS bukan telegram, juga bukan email, jadi, tuliskan semuanya dalam pesan singkat, tapi tetap menjaga kesopanan”

demikian sekilas info tentang etika ber sms dengan dosen. mudah2an sukses terus kuliahnya…., tetap semangat!

kesel karena nginstall android sdk dan eclipse gak kelar2, ribet, dan bikin bete, akhirnya menemukan ide, bagaimana caranya membuat aplikasi berbasis android tapi gak se ribet ini. trus, tiba-tiba suami saya lewat sambil bilang “udah…, pake app inventor aja!”, wah…, apaan tuh? langsung deh googling dan menemukan banyak artikel tentang app inventor ini. di coba-coba, di oprek, walau udah nyampe tengah malam…., mau nanya sama yang ngasih ide, malah udah molor duluan, ya udah lah, trial and error sendiri. dan jadi deh! meskipun baru bisa bikin hello world! (*curcol ceritanya)

begini, saudara-saudara mahasiswa ku sekalian…., jika anda merasa kesulitan dengan coding di eclipse, atau netbeans, ada cara mudah untuk membuat aplikasi android, tanpa coding! loh, kok bisa bu? gimana ntar mau ngasih event handling ke aplikasinya? sabar….sabar dong! bentar lagi saya akan menjelaskan langkah-langkahnya!

Untuk memulai App Inventor :
1. Miliki Account gmail, http://www.gmail.com
2. Masuk ke http://beta.appinventor.mit.edu/
3. Download & Install Java 6 (1.6) dari http://www.java.com
4. Download & Install AppInventor_Setup_Installer_v_1_2.exe http://beta.appinventor.mit.edu/learn/setup/setupwindows.html
5. Install & Setting driver HP Android apabila ada
6. Have fun with App Inventor .. 😀

Membuat Hello World!

Langkah 1 : membuat project baru
new project

klik 2 kali pada nama project, dan keluarlah tampilan sebagai berikut ini.

Langkah 2 : buatlah sebuah label, dengan properties nya : background colour nya orange, tulisan di layarnya : Hello World
membuat label

Langkah 3 : buatlah sebuah button, dengan properties nya : saya tambahkan gambar logo st3 telkom

membuat button

Langkah 4 : tambahkan efek suara, dengan propertiesnya : saya pakai suara kucing
menyisipkan suara

Langkah 5 : membuka blocks editor
membuka editor

beginilah kira-kira tampilannya kalau sudah terbuka :

block editor

nah, disinilah kita mulai bekerja “ngoding” dengan OOP sepenuhnya. prinsip encapsulation sangat kental disini, kita tak perlu tau lagi bagaimana kode program ini, tapi kita tau persis bagaimana cara menggunakannya. kira-kira begitu deh…..

klik button1 (masih ingat? button1 bergambar logo st3 telkom tadi?) saya berniat membuat program dimana, kalau button di klik, akan muncul suara kucing. pilih event button1 click. trus abis itu diapain? klik sound> letakkan diantara button click tsb. persis seperti kita mainan puzzle lah……

membuat kode sumber

habis itu, klik new emulator (karena kita akan menjalankannya di emulator)…… mohon bersabar karena memakan sedikit waktu….

kelar itu > klik connect to device, pilih emulator 5554 ya……

connect to device

tunggu beberapa saat, lalu…..
emulator

jadilah…., kalau button di klik, maka akan muncul suara kucing tadi….

demikian saudara-saudaraku sekalian, mudah2an bermanfaat…, selamat malam…., kita lanjut esok lagi ya