Kontribusiku bagi Indonesia (Essay LPDP-BUDI DN 2016)

hai teman2 pencari beasiswa, kalau kamu daftar beasiswa LPDP atau BUDI, pasti kalian diminta untuk membuat essay tentang kontribusi bagi Indonesia. nah, kali ini saya ingin berbagi pada kalian mengenai kontribusi saya bagi Indonesia. belum banyak memang, tapi inilah kenyataannya. boleh dijadikan referensi, tapi jangan copy paste ya teman, itu gak boleh!

sharing is caring!

Essay : Baktiku untuk Indonesia

 

Kontribusi yang telah dilakukan

Tidak ada industri yang berkembang secara pesat seperti industri di bidang informatika. Semua menuntut kecepatan dalam penyajian data dan informasi. Maka, sebagai dosen teknik informatika, pengabdian dan penelitian yang telah saya lakukan, tidak pernah terlepas dari perkembangan teknologi informasi yang ada. Pada tahun 2012, bersama dengan mahasiswa, saya dipercaya untuk menjadi dosen pembimbing dalam pengembangan sebuah game mobile dengan judul hompimpah (hore mimi pilah sampah), dan didanai oleh DIKTI melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta. Game tersebut kami terapkan sebagai media pembelajaran pendidikan lingkungan hidup dalam tema memilah sampah, di SD Sokanegara 5 Purwokerto. Pada tahun 2013, produk tersebut didaftarkan pada Kementrian hukum dan HAM, dan mendapatkan sertifikat hak cipta pada tahun 2014Pada tahun 2013, sebagai ketua peneliti, kami mendapatkan bantuan dana hibah dosen pemula dalam perancangan dan implementasi web e-commerce untuk produk unggulan desa. Desa tersebut adalah desa Grecol di Kabupaten Purbalingga, yang memiliki banyak potensi produk unggulan seperti produk batu akik, anyaman bambu, ternak lele dan kebun jeruk citrun namun masih belum terekspos dengan baik. Kabupaten yang letaknya bersebelahan dengan Banyumas tersebut memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga, layak untuk dipromosikan. Selama satu tahun, saya dan beberapa dosen lain membina warga desa dalam penerapan web e-commerce termasuk bagaimana cara memasarkan produk melalui sistem online(http://m.tribunnews.com/ regional/2014/11/13/desa-grecol-purbalingga-punya-toko-online). Beberapa pemikiran dan gagasan tentang kecintaan saya pada dunia anak-anak dan informatika, saya tuangkan dalam sebuah artikel yang dimuat dalam rubrik pojok telematika Koran Radar Banyumas pada bulan Maret, Juni, dan Agustus 2015, dengan judul “Tips memilih game elektronik yang tepat untuk buah hati”, “Dampingi Anak Generasi Z dalam mencegah Pornografi”, dan “Hati-hati data kita Dicuri”. Sumbangsih terhadap dunia pendidikan, saya tuliskan dalam dua buah buku  dengan judul “Panduan Praktis menggambar PCB menggunakan PROTEL 99 SE” terbitan ANDI Yogyakarta (tahun 2014), dan “Matematika Diskrit dan aplikasinya dalam dunia informatika” terbitan Deepublish Yogyakarta(tahun 2016). Selain itu, saya aktif sebagai pelopor pendirian bank sampah di lingkungan kampus, karena saya sadar, bahwa jika di kelola dengan baik, sampah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat (http://epaper.suaramerdeka.com /read/2014/03/13/09sm13c14nas.pdf)

Kontribusi yang sedang dilakukan

Sebagai pribadi yang selalu ingin belajar dan ingin memiliki peningkatan kualitas diri, saya mencoba untuk selalu memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Saat ini saya bergabung dengan Banyumas Creative Center, sebagai voulenteer dan perintis. BCC merupakan komunitas yang mewadahi sejumlah industri kreatif di Banyumas, termasuk start up lokal dan pekerja seni. Peran serta saya dalam BCC antara lain ikut andil dalam penyusunan Blue Print RSUD Banyumas, yang masih berlangsung hingga kini, juga menjadi panitia pada event lokal seperti Hackaton Merdeka v.2, evaluasi produk web penjaminan mutu buatan startup lokal, dan lain-lain. Selain itu, usaha menularkan ilmu dan semangat kompetisi telah saya mulai dengan membentuk klub Programmer for beginner, yaitu wadah untuk menjaring minat dan bakat para programmer pemula di bidang programming, dengan melakukan mentoring setiap hari Jumat di gedung Digital Convergence lt. 3 ST3 Telkom Purwokerto.

Mimpi ku dan kontribusiku untuk Indonesia di masa depan

Berdasarkan data dari US Census Bureau, Internet worldstats, facebook dan ITU, pada tahun 2014, jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia telah melebihi jumlah penduduknya. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap penggunaan teknologi yang cukup baik. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, Indonesia kaya akan sumber daya manusia kreatif yang potensial, hal ini ditandai dengan munculnya startup lokal dan produk-produk industri kreatif. Mengingat potensi ekonomi yang luar biasa dari internet, maka saya bermimpi, Indonesia memiliki innovator muda berbasis lokal dan dapat mengembangkan diri mereka untuk menciptakan produk dengan dampak global. Peranan saya sebagai dosen adalah mendidik dan mendorong insan muda untuk terus berkreasi, terutama di bidang informatika untuk membuat produk teknologi untuk memecahkan masalah bangsa. Caranya adalah dengan mempersiapkan mereka melalui klub programmer yang telah saya rintis, mengikuti berbagai macam kompetisi, menghubungkan para pelaku bisnis, programmer pemula, dan pekerja seni dalam wadah Banyumas Creative Center yang telah kami dirikan pada tahun 2015. Saya berharap dengan munculnya bakat-bakat muda di bidang informatika, akan memberikan nilai tambah Indonesia di mata dunia.

 

ketika semua tak lagi sama

13649263_1805623299689989_203075113_n

new experience di ilkom ugm

 

 

memilih hidup untuk menjalani sesuatu yang baru, memang sulit pada awalnya.

teman baru yang belum mengena di hati

teman lama yang sibuk sendiri

suasana baru yang sangat asing

dan suasana lama yang jadi sangat di rindukan

 

rasanya kok egois ya, egois sekali, kalau ada yang bilang, perempuan studi lanjut hanya demi meningkatkan karir

ah, sesederhana kah itu?

buat apa karir menanjak, jabatan ditangan, kalau hati tak bahagia

toh, kalau sudah saatnya naik jabatan, ya naik aja, gak usah pake kuliah lagi

 

 

aku yakin cita-citaku lebih jauh dari sekedar karir

bukan, bukan itu

ini demi anak bangsa, dan kebermanfaatan hidup

bukan yang lain

 

sakit juga kalau ada yang bilang, buat apa kerja kalau dapetnya cuma sejuta dua juta,

mending di rumah ngurus anak

 

kalau semua perempuan berpikir begitu,

tak ada guru tk yang mau mengajar anak kita

tak ada bidan desa yang mau membantu kelahiran anak kita

tak ada pedagang sayur yang menyediakan bahan masakan untuk keluarga kita

tak ada pula penjahit yang menjahitkan pakaian kita

 

STOP membandingkan ibu bekerja dan ibu rumah tangga

mengapa kita tak saling mendukung saja

kita berprestasi dengan cara masing-masing

untuk kebermanfaatan hidup

ITU!

 

 

 

 

last but not least (pidato perpisahan studi lanjut) *tips buat yang mau lanjut ke UGM pake beasiswa BUDI DN

pertama-tama saya ucapkan puji syukur kehadirat Allah karena telah memberikan kesempatan bagi saya, untuk bertemu dengan anda semua kali ini. mungkin, hari ini adalah hari yang anda semua rindukan, ditunggu-tunggu dan diharapkan. karena sebentar lagi, sang pembuat rusuh, sudah tidak berkeliaran lagi disini. saya curiga, sebentar lagi akan ada pesta meriah merayakan kepergian saya, atau ada libur nasional, pawai di jalan, atau bahkan libur idul adha dimajukan demi memperingati kepergian saya (*wkwkwkwkwk)…., tapi, tenang, saya pergi gak akan lama, paling2 kerusuhannya pindah ke UGM

 

kedua-dua, genap sudah 9 tahun 9 bulan saya mengabdi kepada institusi ini, jadi, saya sudah saatnya pergi dan hengkang dari sini untuk meraih cita-cita yang saya idamkan, juga cita-cita institusi dalam mengembangkan karir dosen. oleh karena itu, saya berharap, setelah 3 tahun lagi saya kembali, st3 telkom semakin melebar ke samping, seperti saya. karena kalo semakin ke depan, pasti akan di marahi hotel orlando, dan kalo semakin ke belakang, akan di usir sama penghuni tetangga sebelah… *alias mbak kunti dan pocong…. 😀

ketiga-tiga, saya mau kasih tips buat kalian yang mau ikutan studi lanjut S3, khususnya di ilkom UGM dan pake beasiswa BUDI DN

1.Pastikan data di pangkalan data perguruan tinggi benar! karena nanti sistem akan mengecek kebenaran data kita melalui forlap dikti. Hubungi admin perguruan tinggi jika masih ada data yang salah/belum lengkap, seperti data diri dan riwayat pendidikan. klik disini untuk cek data anda

 

2. Siapkan segala administrasinya, karena akan sangat menyita waktu. Beberapa dokumen saling terkait dan sama, jadi, bekerjalah sesuai urutan, juga siapkan beberapa salinan, itu sangat membantu. Contoh, untuk mendapatkan surat rekomendasi dari koordinator kopertis, harus menyertakan form pendaftaran ke perguruan tinggi, itu artinya, kita harus mendaftar ke perguruan tinggi yang bersangkutan lebih dulu, sebelum meminta surat rekomendasi kopertis. Nah, untuk mendaftar ke UGM, syaratnya adalah tes TPA dan TOEFL, jadi, sebelum mendaftar jd mahasiswa UGM, anda harus sudah mengantongi 2 sertifikat tersebut. Ingat, bahwa untuk mendapatkan hasil tes, kurang lebih 2 minggu, jadi, anda harus siapkan jauh-jauh hari kalau gak mau telat dan terburu-buru. Beberapa syarat yang sama adalah, foto copy ijazah dan transkrip, jadi buatlah beberapa salinan yang sudah di legalisir sebagai cadangan. Oh, ya, satu lagi, di UGM mensyaratkan bukti akreditasi prodi S1 dan S2 kita, jadi itu juga harus disiapkan, anda dapat mengunjungi halaman BAN PT untuk mendapatkan screen shootnya. klik disini untuk melihat akreditasi perguruan tinggi asal

foto-syarat

3. Daftarkan diri anda di BUDI DN dan laman UM UGM secara paralel, sistem akan mengecek kebenaran data, antara laman BUDI dan UGM.

4. Essay tentang rencana studi yang di upload dan di isian kolom sama, yaitu proposal riset anda, sekitar 2000 kata.

5. Tidak ada seleksi wawancara di dalam tahapan BUDI DN dan ILKOM UGM, jadi, buatlah proposal anda se menarik mungkin. Proposal riset di kirim atau diantar langsung ke UGM, gedung SIC lantai 3.

6. Pengumuman kelulusan UGM dpt dilihat melalui akun masing-masing di UM UGM, 

klik disini untuk mendaftar

7. Jangan cemas jika pengumuman BUDI DN akan sedikit terlambat, itu mungkin bagian untuk menguji adrenalin dan kesabaran anda. Sering-seringlah berkunjung ke twitter, FB dan web dikti untuk melihat perkembangannya.

 

Nah, selamat ber BUDI, masa depan di tangan ANDA, wahai generasi penerus bangsa!

 

 

 

teori peluang

—Siapa sangka, kejadian kriminal macam judi, menjadi inspirasi dalam penemuan teori peluang?

Kata pepatah : “sebaik-baik perjalanan, adalah jika kita dapat mengambil hikmahnya”

Nah, hikmah dari perjudian  adalah melahirkan teori peluang. (saya lagi mikir keras kalau hikmah dari korupsi apa ya? kayaknya mungkin adalah lahirnya teori menghilang *dari kejaran KPK   😀 )

Awalnya dilakukan oleh matematikawan dan fisikawan Itali yang bernama Girolamo Cardano (1501-1576). Cardano lahir pada tanggal 24 September 1501.

—Cardano merupakan seorang penjudi pada waktu itu. Walaupun judi berpengaruh buruk terhadap keluarganya, namun judi juga memacunya untuk mempelajari peluang.

—Dalam bukunya yang berjudul Liber de Ludo Aleae (Book on Games of Changes) pada tahun 1565,  Cardano banyak membahas konsep dasar dari peluang yang berisi tentang masalah perjudian.

—Sayangnya tidak pernah dipublikasikan sampai 1663. Girolamo merupakan salah seorang dari bapak probability.

—Pada tahun 1654, seorang penjudi lainnya yang bernama Chevalier de Mere menemukan sistem perjudian.

—Ketika Chevalier kalah dalam berjudi dia meminta temannya Blaise Pascal (1623-1662) untuk menganalisis sistim perjudiannya.

—Pascal menemukan bahwa sistem yang dipunyai oleh Chevalier akan mengakibatkan peluang dia kalah 51 %.

—Pascal kemudian menjadi tertarik dengan peluang, dan mulailah dia mempelajari masalah perjudian.

Dia mendiskusikannya dengan matematikawan terkenal yang lain yaitu Pierre de Fermat (1601-1665). Mereka berdiskusi pada tahun 1654 antara bulan Juni dan Oktober melalui 7 buah surat yang ditulis oleh Blaise Pascal dan Pierre de Fermat yang membentuk asal kejadian dari konsep peluang.

*dari berbagai sumber di internet, nah, kalau mau download file presentasi saya ttg peluang silakan klik disini ya….

Perbedaan Usability dan User Experience

HCI adalah sebuah disiplin ilmu yang mempelajari perancangan, implementasi dan evaluasi sistem komputasi interaktif dan berbagai aspek terkait. (Hewett, 1992, 1996).

Pada perspektif ilmu komputer, fokus HCI ada pada interaksi, khususnya interaksi antara satu atau lebih manusia pengguna komputer dengan satu atau lebih mesin komputasi (komputer).

Usability dan user experience

Tujuan utama usability adalah untuk memenuhi kriteria khusus dari kebergunaan (misalnya efisiensi).

Tujuan utama user experience adalah lebih ke arah peningkatan kualitas pengalaman pengguna, misalnya tampilan yang secara estetika menyenangkan.

Kesalahan klasik dalam merancang sistem :

  1. Kesalahan asumsi pada rancangannya,
  2. Pilihan-pilihan yang tidak secara tegas ditentukan,
  3. Pembuatan fitur-fitur yang tidak memadai.

Kesalahan umum yang dilakukan perancang sistem :

  1. Perancangan yang didasarkan pada common sense
  2. Anggapan bahwa perilaku seseorang telah mewakili suatu kelompok dimana dia berada
  3. Keinginan atasan yag harus dilakukan
  4. Kebiasaan dan atau tradisi lama
  5. Anggapan implisit yang tidak sesuai / tidak didukung
  6. Keputusan perancangan awal yang tidak didukung
  7. Penundaan evaluasi sampai ada waktu luang
  8. Evaluasi formal yang menggunakan kelompok subyej yang tidak sesuai
  9. Eksperimen yang tidka dapat dianalisis

Kepuasan berinteraksi (Shneiderman, 1998) :

  1. Konsistensi
  2. Fasilitas kunci cepat
  3. Umpan balik yang informatif
  4. Rancangan dialog yang mengarah ke penutupan (closure)
  5. Pencegahan kesalahan dan penanganan kesalahan
  6. Pembalikan tindakan yang mudah
  7. Dukungan pada locus of control internal
  8. Penggunaan beban memori jangka pendek

Definisi kebergunaan / usability :

Derajat kemampuan sebuah perangkat lunak untuk membantu penggunanya menyelesaikan sebuah tugas.

Dix, et. Al (2004) keberhasilan sebuah sistem untuk membantu penggunanya menyelesaikan suatu tugas ditentukan oleh kombinasi tiga kata “guna” yang kesemuanya harus benar :

  1. Berguna (useful)
  2. Dapat digunakan (usable)
  3. Digunakan (used)

Nielsen, (2003) lima buah komponen kualitas untuk menentukan kebergunaan sebuah sistem :

  1. Kemampuan untuk dipelajari (learnability)
  2. Efisiensi
  3. Mudah diingat
  4. Kesalahan dan keamanan
  5. Kepuasan

Nah, sekian dulu rangkuman tentang perbedaan usability dan user experience, lain waktu disambung lagi ya

olahraga yang lebih manusiawi

pilates equipment

peralatan senam pilates

pada awalnya, saya sering merasa sakit di bagian lutut dan tumit kaki ketika saya hendak bangkit dari tidur. sakit di lutut saya, kemungkinan besar karena tubuh saya yang sudah over weight –>  kata dokter kala itu. dengan tinggi badan 150, dan berat badan 69, tentu kondisi tubuh saya tidak ideal.

beberapa kali saya search tentang olahraga yang cukup aman, bagi saya yang seumur hidup jarang melakukannya, maka, sampailah saya pada olahraga pilates. merupakan cabang dari senam, tapi bukan seperti senam aerobic yang jingkrak jingkrak dan high impact, pilates memerlukan konsentrasi tinggi dan low impact, meskipun hasil akhirnya sama : pegal2 dan capek pada awalnya. oleh karena itu saya sebut olahraga ini lebih “manusiawi” buat saya…., wkwkwkwkwk. tapi setelah beberapa waktu, tubuh akan menyesuaikan diri, dan badan terasa lebih ringan, lutut dan tumit kaki tidak sakit lagi saat harus menapakkan kaki pertama kali setelah bangun tidur.

beberapa bulan saya mengikuti senam ini dengan rutin, hasilnya saya telah berhasil menurunkan berat badan sebanyak 7 kilo, dan sekarang, timbangan saya sudah mencapai angka 60. hmmmm (*sudah 9 kilo turunnya selama hampir 9 bulan). mungkin akan lebih cepat langsing lagi, kalau ditambah latihan kardio seperti lari atau fitnes –> saya belum coba, karena saya gak punya banyak waktu.

pilates 2 pilates 3 pilates 4

gerakan pilates

tidak ada yang instan! itu yang saya yakini sejak dulu. jika ingin tubuh yang sehat dan langsing, tidak cukup hanya dengan mengurangi makanan, atau hanya mengandalkan ramuan herbal yang mahal harganya. masih ingat budi klantink yang meninggal akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat pelangsing? so, hasil dari jamu dan obat pelangsing itu tidak akan berdampak baik, karena semua didapat secara instan! turun berat secara perlahan, jangan sampai drastis, karena pasti menimbulkan efek yang tidak baik jika turun terlalu banyak dalam waktu singkat. kesabaran adalah kunci utamanya!

jadi, kembali pada pilates, pilihan tepat untuk saya, yang sudah berumur 30 an, dengan kondisi fisik tak lagi prima seperti jaman muda dulu…. 😀 . olahraga ini konon merupakan pesaing dari yoga. saya sendiri belum pernah mencoba yoga, tapi yang saya dengar sih mirip. latihan pilates banyak menggunakan bantuan alat seperti bola, barbel, tali, dst. gerakannya cukup mudah diikuti oleh pemula, dan jika tidak kuat nafas, bisa berhenti dulu sejenak. jangan terlalu dipaksakan. nanti lama2 juga akan terbiasa…

jadi, marilah kita olahraga, biar sehat dan tetap semangat!

membangun web yang nyaman, bisa kah?

Semester ini, saya dan pak didi supriyadi berkolaborasi untuk mengajukan penelitian dosen pemula. Judul penelitian kami yaitu,

METODE BARU EVALUASI USABILITY TERINTEGRASI ANTAR MUKA PENGGUNA MENGGUNAKAN WEB BASED QUESTIONNARE

 

berikut ini abstraknya :

Persaingan dalam membangun aplikasi web enterprise menuntut sebuah perusahaan pengembang harus mampu membuat produk yang membuat setiap user dapat merasa nyaman dan mudah dalam penggunaannya. Dalam membangun aplikasi web enterprise, pengembang perangkat lunak tidak hanya berfokus pada bagaimana mendesain  userinterface nya saja akan tetapi harus memiliki standar kualitas yang tinggi yang berelasi pada pengalaman dari pengguna. Hal tersebut sering diabaikan oleh pengembang. Usability merupakan salah satu faktor yang relevan dalam kesuksesan sebuah bisnis. Dalam mengevaluasi user interface, berbagai metode telah dikembangkan, antar lain menggunakan kuesioner. Namun dari kuesioner tersebut biasanya hanya mengedepankan usability dari sisi pengguna. Dengan menggunakan dua metode perpaduan dari  perspektif pengguna dan pakar, usability dari sebuah produk perangkat lunak dapat dihitung secara otomatis menggunakan aplikasi berbasis web (web based questionnare) dengan 2 (dua) tahapan yaitu tahap evaluasi heuristik oleh pakar dan tahap pengujian usability oleh pengguna representatif, maka dapat diketahui faktor-faktor mana saja yang mempengaruhi usability dalam pengujian user interface sehingga pengembang dapat memperbaiki user interface agar lebih memiliki kebergunaan.

 

 

 

berbagi ilmu dengan menulis buku (resensi buku matematika diskrit dan penerapannya dalam dunia informatika)

buku tenia_elisa_1buku tenia_elisa_2

buku adalah jendela ilmu

dengan membaca buku, maka, akan bertambah pula ilmu kita. oh ya, saya jadi ingat tentang sebuah hadist, Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).

nah, menulis buku, merupakan bagian dari menyebarkan ilmu yang bermanfaat, mudah-mudahan, dengan menulis buku, kemudian membagikan buku tersebut pada orang lain, akan menambah keilmuan yang bermanfaat bagi kita semua, amiiiiin. jadi begini, dalam target pribadi saya, setiap tahun saya ingin membuat sebuah karya, yaitu buku. buku matematika diskrit dan penerapannya dalam dunia informatika ini merupakan buku saya yang kedua. buku ini saya tulis selama 1 tahun (2015) dan terbit di awal tahun 2016. kenapa lama sekali nulisnya? ya karena saya sambi-sambi mengerjakan pekerjaan lainnya *alesan    :D.

buku setebal 140 halaman ini diterbitkan oleh deeppublish Yogyakarta, terdiri dari 6 bab :

BAB I : MENGAPA PERLU MATEMATIKA DISKRIT?

bab ini membahas tentang perlunya pengetahuan matematika dalam ilmu informatika, dan matematikanya orang informatika adalah matematika diskrit.

BAB 2 : LOGIKA

bab ini membahas tentang logika matematika, terminologi logika, proposisi majemuk, hukum logika dan penerapan logika dalam pemrograman.

BAB 3 : TEORI HIMPUNAN

bab ini membahas tentang teori himpunan dalam ilmu komputer, penyajian, definisi dasar, operasi dasar, hukum-hukum himpunan, pembuktian-pembuktian himpunan, dan penerapan operasi himpunan dalam perintah SQL database.

BAB 4 : KOMBINATORIKA

bab ini membahas tentang kaidah dasar perhitungan, permutasi dan kombinasi, koefisien binomial, dan penerapan kombinatorika dalam keamanan sistem komputer.

BAB 5 : ALJABAR BOOLEAN

bab ini membahas tentang definisi aljabar boolean, aljabar booelan dua nilai, prinsip dualitas, hukum aljabar booelan dan aplikasi aljabar boolean dalam rangkaian digital.

BAB 6 : GRAF

bab ini membahas tentang sejarah, definisi, terminologi dasar graf, keterhubungan, dan contoh implementasi teori graf pada permodelan jaringan komputer.

Buku ini telah dilengkapi dengan contoh soal dan jawaban, serta latihan-latihan soal, akan tetapi, beberapa materi lain seperti relasi, fungsi, pohon, serta beberapa bahasan lain belum dapat kami sajikan. Oleh karena itu, kritik dan saran untuk perbaikan, dapat dilayangkan via email ke tenia@st3telkom.ac.id.

Buku ini diterbitkan atas kerjasama dengan kolega saya bu elisa usada sebagai penulis kedua. ayo membaca buku! *jangan lupa beli bukunya! 😀

weekend bersama scientist dan researcher di selisik, unpas

tanggal 27 dan 28 Mei 2016 yang lalu, saya berkesempatan untuk menghadiri seminar nasional telekomunikasi dan informatika (selisik) di universitas pasundan, bandung. di dalam seminar tersebut, hadir pembicara utamanya Dr. Agung Harsoyo, dosen ITB (*beliau adalah pembibing tesis saya) yang membahas tentang security IT, dan direktur XL Axiata, Ibu Dian Siswarini. menurut para keynote speaker, operator telekomunikasi sering jadi kambing hitam para korban kejahatan IT, padahal, operator tidak pernah membocorkan data rahasia pelanggan. akan tetapi, kejahatan IT yang paling susah di tebak dan tidak disangka yang pernah terjadi justru muncul dari dalam. ancaman itu lahir dari karyawan yang kurang puas, sehingga oknum2 karyawan yang “nakal” justru membobol server sendiri, atau menanam virus berbahaya, yang akan aktif beberapa tahun setelah mereka resign. pengalaman yang nyesek ya sodara-sodara……

btw, sebagai pemakalah, saya pun ada gilirannya memaparkan ide-ide dan gagasan saya. bersama partner penelitian saya, bapak ridwan pandiya a.k.a ripan, kami membuat sebuah paper mengenai strategi dalam mencapai ranking webometrics berdasarkan perspektif cost.

berikut ini abstrak dari makalah kami,

Setiap perguruan tinggi, memiliki keinginan untuk menjadi World Class University. Salah Satu cara yang digunakan untuk menilai kualitas sebuah universitas adalah dengan melakukan pengukuran aktifitas civitas akademika di dunia maya, melalui domain web universitas yang disebut webometrics. Dalam rangka meningkatkan kinerja web universitas untuk mendukung terciptanya World Class University, maka diperlukan langkah-langkah optimasi pencapaian ranking webometrics. Langkah tersebut antara lain dengan menggunakan perhitungan dan pembobotan berdasarkan 4 faktor utama yaitu Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) dan Scholar (Sc) berdasarkan kemampuan financial (perspektif cost) perguruan tinggi. Metode analisis dan sintesis yang digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan pendekatan Logaritmic Fuzzy Preference (LFPP). Metode LFPP ini melibatkan fungsi logaritma asli untuk memperbaiki kekurangan metode FPP. Pembobotan dilakukan dengan melibatkan pakar dan akademisi untuk menentukan tingkat kepentingan berdasarkan cost (biaya) yang dikeluarkan antara satu kriteria dengan kriteria yang lain, sampai pada sub kriteria terhadap sub kriteria yang lain. Penilaian tersebut kemudian dibuat ke dalam skala angka (biasanya skala 1 sampai 9), dan dibuat matriks perbandingan berdasarkan hirarki yang telah dibangun sesuai dengan persoalan yang akan diselesaikan, dan sesuai dengan perhitungan bobot prioritas. Dari hasil perhitungan, didapatkan ranking tertinggi yang direkomendasikan dalam menentukan langkah strategis pencapaian ranking webometrics  adalah faktor pemantauan ranking dari situs ahrefs(C332), penambahan jumlah link dari website lain (C321), penambahan jumlah halaman pada domain (C111), mengunggah materi pembelajaran dalam bentuk file pdf (C223) dan pemantauan ranking dari situs Majesticseo (C331).

 

kesimpulannya :

berdasarkan hasil pemeringkatan bobot sub kriteria pada perspektif cost, didapatkan rekomendasi sebagai berikut.

  1. Pemantauan ranking web universitas dilakukan dengan cara memantau situs  ahrefs.com, dari segi cost, situs tersebut menyediakan akses gratis bagi pengguna.
  2. Jumlah link unik yang merujuk pada web universitas, dapat dilakukan dengan memanfaatkan resource siswa PKL atau mahasiswa magang, untuk menekan biaya.
  3. Menambahkan jumlah halaman web, dapat dilakukan sendiri oleh unit atau bagian sisfo, sehingga menghemat biaya yang dikeluarkan.
  4. Untuk menambah rich files, setiap dosen diwajibkan mengunggah materi ajar ke blog masing-masing dengan ekstensi .pdf. Hal ini dirasa cukup murah, karena dapat dilakukan sendiri oleh dosen yang bersangkutan.
  5. Selain menggunakan ahrefs.com, pemantauan ranking webometrics dapat dilakukan secara periodik melalui situs majesticseo.com secara gratis.

 

nah, setelah mendapatkan beberapa masukan dari peneliti yang lain, seperti kenapa sih kok pake ahrefs itu murah, saya bilang ya karena gratis alias gretongan. cuma, untuk mendapatkan fitur2 yang lebih lengkap, kita harus langganan, dan langganan itu murah, kalo akunnya bisa dipake bersama dengan perguruan tinggi yang lain. dalam hal ini tel u dan akatel kita gandeng bersama, dan langganannya dibiayai oleh yayasan, murah kan? 😀

akhirnya, sebagai bentuk bukti fisik, bahwa saya benar2 ke bandung waktu itu, ini saya lampirkan foto2 saya….. *narsis dikit lah yaw

 

selisik

ini pak agung harsoyo…. 😀

selisik2

muka ngantuk, mata panda, seperti biasa

selisik3

all participants

 

 

sein nya ke kiri, beloknya ke kanan, dasar emak-emak!

meme emak

Pernahkah anda kesal pada ibu-ibu macam saya, yang naik motor matic, beloknya ke kiri, tapi lampu sein nya ke kanan? sampe-sampe supir truk berdoa supaya gak ketemu sama makhluk jenis emak-emak macem saya 😀

 

meme supir truk

Nah, udah lama sebenernya saya mau bahas ini, tapi baru sempet nulis ini sekarang. Jadi gini ya sodara-sodara, sebetulnya bukan kesalahan si emak-emak ini kalo saya rasa (ciyeeee gak terima…, tapi kesalahan desain dashboard pada sepeda motor matic yang beredar di Indonesia ini). Serius!, gak bercanda saya, sebagai seseorang dosen yang ingin menggeluti tentang user experience, saya menduga, kesalahan terbesarnya bukan mereka. Mari kita lihat berbagai jenis dashboard motor matic berikut ini.

sein suzuki nex

Dashboard motor suzuki nex (*kayak punya saya)

sein honda scoopy

Dashobard motor honda scoopy

sein yamaha

Dashboard motor yamaha mio

Perhatikan pada indikator lampu sein yang saya lingkari! tau apa artinya? yap! lampu sein yang idealnya ada dua, kanan dan kiri, hanya memiliki satu indikator saja! jadi jelas kan, pengguna sebenarnya tidak dapat melihat dengan baik, apakah dia sedang memutar tombol ke kanan atau ke kiri, bisa saja, karena asyik berkendara, mereka lupa telah menyalakan sein kiri, dan menganggap telah menyalakan sein, tapi tau-tau beloknya ke kanan. kesalahan simple yang FATAL akibatnya!

 

Ada satu motor matic keluaran honda, yaitu honda vario, lebih cerdas kayaknya, demi sebuah kenyamanan dan keamanan, mereka mendesain dashboard motornya seperti ini :

sein honda vario

Yuhuuuuuu, tepuk tangan buat honda vario!

BTW, motor-motor selain matic keluaran bbrp tahun terakhir, ternyata desain dashboardnya juga sama seperti motor matic diatas, indikator lampu sein nya cuma satu, contohnya suzuki titan punya adek saya (thn 2012). Mudah-mudahan ke depan, jangan ada meme bapak-bapak yang kaya emak-emak tadi ya! 😀

sein suzuki titan

 

So, salah gue? salah temen-temen gue? ya, jangan lalu nuduh trus nyalahin pengguna motor ya, soalnya, pengguna motor matic emang kebanyakan ibu-ibu. coba tuh pabrik motor agak-agak mikir dikit tentang desain yang ergonomis dan desain yang dapat meningkatkan user experience, juga memperhatikan usability desain nya, pasti gak bakalan ada kejadian kayak begini. Jadi, bukan karena saya ingin membela kaum ibu-ibu ya, tapi, yuk bikin sesuatu dengan mulai memikirkan dari sisi penggunanya!

Purwokerto, 17 Juli 2016